Hannah Arendt: Kekerasan dalam Kekuasaan. Bisakah Kekerasan diwujudkan dalam Kekuasaan? Hannah Arendt merupakan seorang tokoh pemikir politik kontemporer, ia lahir di Linden, Hannover 14 Oktober 1906 – meninggal di New York City, 14 Desember 1975 pada usia 69 tahun. Arendt seringkali digambarkan sebagai seorang filsuf namun ia selalu menolak predikat itu dengan beralasan bahwa filsafat itu berurusan dengan “ manusia dalam pengertian singular .” Arendt lebih menggambarkan dirinya sebagai seorang teoritis politik karena karya-karyanya yang berpusat pada kenyataan bahwa “ manusia pada umumnya, bukan manusia saja, hidup di muka bumi dan menghuni dunia ini .” Salah satu pemikiran Hannah Arendt tentang kekerasan dalam kekuasaan, dimana pemikirannya ini sempat memicu perdebatan, juga pada pertanyaan-pertanyaan seperti; apakah tepat kekerasan diposisikan sebagai sebuah tindakan politik? Mengapa Arendt memahami kekerasan sebagai pilihan terakhir untuk mempertahankan kekua...
Search This Blog
Equanimity
She faced her problems with equanimity.