Gerakan Sosial berbagai Pihak di
tengah Wabah Covid-19
Wabah
covid-19 yang tengah melanda Indonesia, juga hampir seluruh dunia ini,
tampaknya memberikan implikasi yang luar biasa terhadap kehidupan
bermasyarakat, juga terhadap persoalan sosial, ekonomi, keamanan dan lainnya. Walau dikatakan bahwa tingkat kematian dari
covid-19 ini rendah, tetapi laju tingkat penyebarannya yang begitu cepat. Di
Indonesia pun sampai sekarang ini 30 April 2020, dari berita yang saya
dapatkan, sudah ada 9771 kasus terkonfirmasi, 7596 dalam perawatan, 1391 yang
sembuh, dan 784 yang meninggal. Angka ini bisa saja akan terus meningkat. Masyarakat
pun dilanda rasa takut,cemas,gelisah, dan khawatir akan covid-19 ini, tak
sedikit pun yang masih menggangap remeh wabah ini. Memang butuh kesadaran dari
masyarakat untuk dapat membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran
virus. Pemerintah sendiri sudah menerapkan PPSB (Pembatasan Sosial Berskala
Besar) di beberapa wilayah di Indonesia. Penutupan rumah ibadah dan larangan
beribadah untuk banyak orang pun menuai pro kontra dalam masyarakat. Mereka yang
kontra mengatakan adalah tidak benar bahwa dilarang beribadah bersama hanya
karena takut terhadap virus ini, yang seharusnya ditakutkan adalah Tuhan yang
mengendalikan virus ini. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman dan wawasan
mereka terkait agama dan wabah. Sebenarnya jika kita telaah, wabah ataupun
penyebaran virus sudah pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW. Saya sendiri mencoba mencari hadis-hadis yang
berkaitan dengan wabah sebagai sebuah rujukan dan pemahaman, adapun hadisnya
yaitu dari Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit
menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji
hamba-hamba Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu
berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila
wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari
daripadanya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid). Kemudian adapun
Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim tentang Anjuran Shalat di Rumah ketika
hujan pada siang hari Jum’at, dari
Abdullah bin Abbas dia mengatakan kepada muadzinnya ketika turun hujan (pada
siang hari jum’at), jika engkau telah mengucapkan “Asyahadu an laa ilaaha
illallaah, asyhadu anna Muhammadan Rasulullah,” maka janganlah kamu mengucapkan
“Hayya alash shalaah,” namun ucapkanlah shalluu fii buyuutikum (Shalatlah
kalian di persinggahan kalian).” Abdullah bin Abbas berkata; “Ternyata
orang-orang sepertinya tidak menyetujui hal ini, lalu ia berkata; “Apakah
kalian merasa heran terhadap kesemua ini? Padahal yang demikian pernah
dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (maksudnya Rasulullah SAW). Shalat
jum’at memang wajib, namun aku tidak suka jika harus membuat kalian keluar
sehingga kalian berjalan di lumpur dan comberan.” (HR. Bukhori Muslim dari
Abdullah ibn Abbas).
Dari
kedua hadis di atas pun dapat menjadi rujukan bagi kita, juga memberikan
wawasan dan pemahaman. Sebenarnya banyak juga hadis-hadis daif yang beredar
terkait wabah/penyakit, kita pun harus senantiasa berhati-hati dalam menerima
info. Mengenai wabah covid-19 ini sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan
guna membantu pemerintah dan tenaga medis memutus rantai penyebaran, dengan
kita bekerja sama menaati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan, tetap di
Rumah saja, menggunakan masker jika keluar Rumah dan menerapkan social
distancing, kita pun juga dapat membantu dengan cara menyalurkan bantuan-bantuan
kepada masyarakat yang membutuhkan. Membagikan paket sembako untuk masyarakat
ODP, juga salah satu contoh dari para Petani muda di daerah saya, Bantaeng, mereka menyumbang sayur berupa kol, kentang,
labu dan sebagainya kepada masyarakat. Rencananya pun mereka akan kembali
menyalurkan bantuan sayuran. Untuk saat ini, setidaknya ada 50 paket sayur yang
mereka bagikan. Sebenarnya pun masih terdapat desa-desa yang masih sangat
membutuhkan bantuan, penyaluran bantuan sosial dan dana desa masih menjadi masalah,
banyak desa yang belum menerima bantuan. Hal ini tentunya perlu menjadi
perhatian pemerintah, daerah-daerah maupun desa yang terpencil harus diperhatikan,
memastikan bahwa warganya terjaga kesehatannya dan pemenuhan pangan mereka.
Walaupun
langkah pemerintah Indonesia dalam mengatasi covid-19 ini terbilang lambat,
kita tetap harus mengapresiasi langkah dan perjuangan mereka sekarang, juga
kepada para tenaga medis dan aparat
TNI/POLRI sebagai garda terdepan melawan covid-19. Tokoh agama pun harus
berperan penting dalam menumbuhkan optimisme dalam diri individu, komunitas,
dan lingkungan masyarakat. Hal ini dapat
dioptimalkan melalui peran dan fungsi media sosial melalui konten-konten
positif, memerangi banyaknya konten hoax. Langkah pemerintah untuk menggandeng
tokoh masyarakat maupun tokoh agama dalam memerangi covid-19 pun akan sangat
tepat, mereka dapat memberikan pengaruh pada masyarakat setidaknya dalam
lingkungan mereka masing-masing. Dikutip dari berita Republika.co.id, FKUB
(Forum Kerukunan Umat Beragama) Sulawesi Tengah di Palu, mereka meminta agar
tokoh-tokoh agama menjadi pelopor dalam memutus rantai penyebaran virus
covid-19. FKUB Sulteng mengajak tokoh agama untuk membangun kesatuan gerak,
langkah, dan sinergi dengan semua pihak yang memiliki otoritas penanganan
covid-19, karena penanganan yang bersifat sistematik, semua pihak dapat menjadi
bagian dari sistem perlawanan covid-19 ini. Permintaan mereka pun tertuang
dalam imbauan FKUB Sulteng kepada semua tokoh agama nomor 102/FKUB-ST/IV/2020.
Ditandatangani oleh ketua FKUB Sulteng Prof. KH Zainal Abidin dan sekretaris
FKUB Sulteng, Muhtadin Dg Mustafa. Tentunya semua gerakan dari berbagai pihak
dalam menangani covid-19 ini sangat berarti. Kesadaran yang dimulai dalam diri
kita pun, menerapkan hidup sehat, tidak lupa untuk selalu mencuci tangan setiap
selesai beraktivitas, tidak lupa menggunakan masker tiap keluar Rumah. Tak ada
yang tahu pasti kapan wabah ini berakhir, tetap senantiasa menjaga kebersihan
dan menaati peraturan pemerintah. Semoga Indonesia dan negara-negara yang
terjangkit kembali pulih, Aamiin. #dirumahaja.
Comments
Post a Comment